Sekda Muaro Jambi Pastikan Pendampingan Psikologis bagi Siswi SLBN Korban Dugaan Pelecehan
MUARO JAMBI, ceriapost.com – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergerak cepat menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Muaro Jambi.
Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi, Drs. H. Budi Hartono, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memulihkan kondisi psikologis korban dan mengevaluasi total sistem pengawasan di sekolah tersebut, Senin (22/6/2026).
Saat mengunjungi pihak terkait, Budi Hartono menyampaikan rasa empati yang mendalam atas musibah yang menimpa korban. Ia memastikan bahwa langkah penanganan trauma (trauma healing) menjadi prioritas utama saat ini agar hak pendidikan anak tidak terputus.
"Hari ini saya hadir untuk memberikan semangat dan memastikan bahwa pemerintah siap menyampaikan empati terhadap apa yang sudah dialami oleh salah satu murid di Muaro Jambi. Kami melibatkan Dinas Sosial, pendampingan dari psikolog, serta pihak kementerian yang juga turut hadir untuk memulihkan mental dan semangat korban," ujar Budi Hartono.
Fokus Pemulihan Trauma Korban, Menanggapii laporan bahwa korban saat ini mengalami trauma berat dan takut untuk kembali ke sekolah, Sekda menjelaskan bahwa proses pemulihan sedang berjalan secara intensif.
Pemerintah daerah bersinergi dengan psikolog lintas sektor untuk menghilangkan rasa trauma yang dialami korban. Tujuan utamanya adalah mengembalikan kepercayaan diri dan semangat belajar sang anak agar dapat melanjutkan pendidikannya dengan aman.
Evaluasi Total dan Proteksi Asrama SLBN, Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Muaro Jambi, terlebih insiden serupa dikabarkan pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2016 silam.
Menanggapi hal tersebut, Sekda mengaku telah menginstruksikan pihak manajemen sekolah, khususnya Wakil Kepala SLBN Muaro Jambi, untuk melakukan pembenahan total.
Diketahui, sekitar 30 siswa dengan kebutuhan khusus tinggal di asrama sekolah tersebut. Keterbatasan fisik dan mental yang dimiliki para siswa dinilai menuntut pengawasan yang jauh lebih ketat dan melekat.
"Ini menjadi momentum penting bagi kita untuk melakukan evaluasi pengawasan yang lebih ketat lagi. Karena anak-anak ini berada dalam kondisi keterbatasan, maka kitalah yang wajib memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka," tegas Sekda.
Di akhir penyampaiannya, H. Budi Hartono mengimbau seluruh elemen pendidik, kepala sekolah, dan staf pengajar di SLBN Muaro Jambi untuk memperketat proteksi internal.
Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen asrama akan segera dilakukan guna memastikan lingkungan sekolah menjadi ruang aman yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan di masa depan. (Red)