Pasca Terbongkarnya Kasus Dugaan Asusila, Kemensos dan Dinsos Muaro Jambi Turun ke SLB
MUARO JAMBI, ceriapost.com – Kasus dugaan pencabulan dan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi disabilitas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Muaro Jambi, Provinsi Jambi, memicu reaksi cepat dari pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mendampingi fisiologis anak tersebut.
Pada Senin pagi 22 Juni 2026, sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Muaro Jambi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan intensif.
Tim gabungan tersebut datang guna mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah terkait kronologi tindakan asusila yang menimpa siswi berinisial NH (16).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, NH menjadi korban perlakuan tak senonoh yang diduga dilakukan oleh seorang penjaga sekolah berinisial STN (57). Nahasnya, terduga pelaku STN saat ini diketahui telah melarikan diri pasca-kejadian.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Muaro Jambi kini telah menetapkan STN sebagai buron dan tengah melakukan pengejaran.
Menurut keterangan dari pihak sekolah dan keluarga korban, praktik tidak terpuji tersebut diduga kuat dilakukan oleh pelaku di dua titik area sekolah, yakni di dalam ruang asrama dan kantin sekolah. Lebih memilukan lagi, kepada pihak keluarga, korban NH mengaku bahwa dirinya telah dicabuli/lecehkan oleh tersangka sebanyak tujuh kali.
Kabid PPA Dinsos Muaro Jambi, Yoppy Ardiansyah, menyatakan bahwa pengecekan langsung ke lokasi sekolah ini dilakukan sebagai langkah komunikasi serta koordinasi cepat dalam penanganan kasus.
Langkah positif ini diambil agar kasus asusila di lingkungan pendidikan ini dapat segera diusut secara tuntas dan terang benderang.
Senada dengan hal tersebut, Siti Khoiriyah selaku Pendamping Rehabilitasi Sosial Kemensos RI menegaskan pentingnya pengawasan dan penanganan psikologis pasca-trauma bagi korban anak di bawah umur, khususnya anak berkebutuhan khusus.
Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat, Sementaraa itu, rasa trauma dan kekecewaan mendalam dirasakan oleh keluarga korban. SM, orang tua korban NH, dengan tegas meminta aparat penegak hukum untuk segera meringkus pelaku yang kini buron.
Pihak keluarga berharap agar STN dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya dan setimpal dengan perbuatan bejat yang telah merusak masa depan anaknya. (Red)