Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wujudkan Desa Bebas Tuberkulosis, PKM Tantan Gencar Lakukan Skrining dan Edukasi di Dua Lokus Sekaligus

​TANTAN — Puskesmas (PKM) Tantan menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka penularan penyakit menular di wilayah kerjanya. Pada Selasa, 8 September 2026, PKM Tantan sukses melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan terkait pencegahan serta penanganan Tuberkulosis (TBC).

​Kegiatan promotif dan preventif ini menyasar dua lokus utama secara bersamaan, yakni Desa Tantan dan Desa Rantau Majo. Berkat antusiasme tinggi dari masyarakat, program ini berhasil menjangkau total 100 orang sasaran.

​Perluasan Program ke Desa Lainnya. ​Kepala Puskesmas Tantan menyampaikan bahwa wilayah kerja PKM Tantan secara keseluruhan mencakup empat desa. Setelah sukses di Desa Tantan dan Desa Rantau Majo, rangkaian kegiatan serupa dijadwalkan akan kembali berlanjut pada bulan Oktober mendatang.

​Desa Sasaran Berikutnya, Desa Kedotan dan Desa Keranggan, Tujuan Utama, Memperluas cakupan deteksi dini penularan TBC di seluruh wilayah kerja puskesmas.

​Kenali Gejala dan Manfaatkan Layanan Gratis. Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan menegaskan bahwa penyakit TBC dapat dicegah, diobati, dan disembuhkan secara tuntas. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala awal TBC, yang meliputi, Batuk beruntun lebih dari 2 minggu, Demam berkepanjangan, Penurunan berat badan secara drastis, Terkadang disertai sesak napas dan nyeri dada.

​Pihak puskesmas mengimbau warga yang merasakan gejala-gejala tersebut agar tidak ragu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan TBC di Puskesmas Tantan tidak dipungut biaya alias gratis, begitu pula dengan ketersediaan obatnya.

​Kunci Kesembuhan, Disiplin Minum Obat Selama 6 Bulan. Bagi warga yang dinyatakan positif terinfeksi TBC, ditekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalani masa pengobatan. Pasien wajib meminum obat secara rutin selama 6 bulan tanpa henti.

​Catatan Penting, Pengobatan TBC membutuhkan komitmen penuh. Jika pasien terlewat atau putus minum obat bahkan hanya satu kali, maka proses pengobatan harus diulang kembali dari awal.

​Melalui kegiatan ini, PKM Tantan berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat sehingga rantai penularan TBC dapat diputus tuntas demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

​Apresiasi Pemerintah Desa. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat dari aparat pemerintahan setempat. Kepala Desa Tantan, Mashur, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan tersebut di desanya.

​"Saya selaku Kepala Desa Tantan beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Puskesmas Tantan yang telah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan di Desa Tantan. Program ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat kami," jelasnya. (Dn)