Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspada Modus Baru Akun WhatsApp Diretas Tanpa Mengklik OTP, Pelaku Lancarkan Aksi Pinjam Uang


​AKSI PERETAS, MASYARAKAT DIHARAPKAN WASPADA — Para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp diimbau untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kejahatan siber kini semakin canggih dengan ditemukannya modus peretasan akun (pengambilalihan akun) yang tetap dapat menjebol keamanan pengguna, meskipun korban sudah bersikap waspada dan tidak pernah membagikan kode One-Time Password (OTP) yang masuk melalui SMS.

​Dalam beberapa kasus terbaru, korban mendapati ponselnya dibanjiri pesan SMS berisi kode verifikasi verivikasi OTP WhatsApp secara berulang kali secara terus-menerus. Kendati pemilik akun mengabaikan dan tidak pernah mengklik link atau menyerahkan kode tersebut kepada siapa pun, dalam hitungan waktu singkat akun WhatsApp milik korban tiba-tiba keluar (log out) dengan sendirinya dan diambil alih oleh peretas.

​Setelah berhasil mengambil alih kendali penuh atas akun WhatsApp sasaran, pelaku langsung melancarkan aksi penipuan dengan memanfaatkan daftar kontak milik korban. Dengan mengatasnamakan pemilik akun asli, pelaku mengirimkan pesan bernada mendesak kepada kerabat, teman, hingga rekan kerja korban untuk meminjam sejumlah uang.

​Pola pesan yang dikirimkan pelaku rata-rata bersikap personal dan terkesan terburu-buru. Salah satu contoh pesan yang marak dikirimkan pelaku berbunyi,

​"Ada saldo di rekening 2jt?, Bisa pinjam dulu besok dikembalikan,"

​Masyarakat yang tidak menyadari bahwa akun rekannya telah diretas rentan menjadi korban pengelabuan (phishing) ini dan langsung menransfer sejumlah uang ke rekening penampung milik pelaku.

​Langkah Pencegahan dan Antisipasi, ​Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa pengambilalihan akun tanpa penyerahan OTP secara manual bisa terjadi melalui teknik SIM Swapping, peretasan protokol jaringan sinyal, hingga pemanfaatan celah keamanan (exploit) pada perangkat ponsel korban.

​Untuk meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan siber ini, pengguna WhatsApp sangat disarankan untuk melakukan langkah-langkah proteksi berikut:

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification), Masuk ke menu Pengaturan/Settings > Akun/Account > Verifikasi Dua Langkah/Two-Step Verification. Buatlah 6 digit PIN rahasia dan sertakan alamat email pemulihan. Fitur ini menjadi benteng utama karena pelaku tidak akan bisa masuk tanpa PIN tersebut meskipun berhasil menguasai OTP.

2. Jangan Lakukan Konfirmasi Apa Pun saat OTP Masuk, Jika mendapati SMS OTP masuk berulang kali tanpa ada permintaan dari Anda, jangan merespons atau mengklik tautan apa pun.

3. Konfirmasi Lewat Jalur Lain, Apabila Anda menerima pesan dari teman atau kerabat yang meminta bantuan finansial atau meminjam uang secara tiba-tiba lewat WhatsApp, selalu lakukan verifikasi dengan cara menelpon langsung via panggilan seluler biasa atau mengonfirmasinya melalui platform media sosial lain.

4. Segera Ambil Alih Akun, Jika akun Anda terlanjur diretas, segera lakukan login ulang WhatsApp dengan nomor ponsel Anda dan minta verifikasi ulang. Jika tidak memungkinkan, segera laporkan ke layanan dukungan WhatsApp (support@whatsapp.com) untuk membekukan akun sementara waktu.

Penulis: Nurdin