Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tantangan Anggaran di Balik Ambisi "Zero Stunting", Dinas PMD Muaro Jambi Ungkap Keterbatasan Dana Rp25 Juta per Bidang Dalam Menunjang Program Pemerintah

MUARO JAMBI — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, di bawah kepemimpinan Bupati Bambang Bayu Suseno, tengah menggenjot komitmen serius guna menekan angka kekerdilan atau stunting hingga ke akar rumput. Namun, di balik ambisi besar mencapai target Zero Stunting, sebuah persoalan krusial diungkapkan oleh jajaran birokrasi daerah terkait kesiapan finansial operasional.

Kepala Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Muaro Jambi, Drs. Sutikno, secara terbuka menyampaikan keluhannya mengenai minimnya alokasi anggaran yang dinilai jauh dari kata ideal untuk menunjang kinerja instansinya.

Anggaran Rp25 Juta Dinilai Tidak Rasional, Dalam keterangannya, Sutikno menyoroti alokasi dana operasional yang hanya diberikan sebesar Rp25 juta per bidang. Menurutnya, angka tersebut sangat tidak proporsional jika dibandingkan dengan volume pekerjaan serta banyaknya kegiatan yang harus diemban oleh masing-masing bidang di Dinas PMD.

"Kami sedih melihat bidang-bidang dengan banyaknya kegiatan," ujar Sutikno mengungkapkan keprihatinannya atas keterbatasan anggaran yang tersedia di tengah tuntutan kerja yang tinggi.

Kondisi ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, pemerintah daerah dituntut untuk bergerak cepat dan masif menuntaskan berbagai program prioritas nasional, termasuk pengentasan stunting. Namun, di sisi lain, dukungan finansial di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu justru menghadapi kendala efisiensi yang ketat.

Langkah Strategis Tetap Digelorakan, Pelatihan eHDW 2026, Kendati dihadapkan pada tantangan anggaran, Pemkab Muaro Jambi tetap menunjukkan taringnya dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini dibuktikan melalui digelarnya Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam Pemanfaatan Aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW) Tingkat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2026.

Kegiatan resmi tersebut dibuka langsung oleh Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, bertempat di Ruang Nang Inang, Kantor Bupati Muaro Jambi, pada Kamis (20/8/2026).

Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran kepala OPD di lingkup Pemkab Muaro Jambi, para narasumber berkompeten, serta puluhan peserta KPM perwakilan dari seluruh kecamatan dalam wilayah berjuluk "Bumi Sailun Salimbai" ini.

Pelatihan eHDW ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas para kader di tingkat desa agar lebih optimal dalam memantau, mendata, dan melaporkan intervensi layanan sosial pencegahan stunting secara digital.

Harapan ke Depan, Persoalan yang disuarakan oleh Dinas PMD Muaro Jambi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD. Sinergi yang kuat antara target kebijakan kepala daerah dengan dukungan anggaran yang memadai di tingkat dinas teknis menjadi kunci utama agar target Zero Stunting dan program lainnya dalam lingkup melibatkan Dinas Pemerintahan Desa di Kabupaten Muaro Jambi bukan hanya menjadi slogan semata, melainkan dapat terealisasi secara nyata hingga ke pelosok desa.

(Dn)