Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Potret Buram Pendidikan Muaro Jambi, Atap Lapuk SDN 124 Mestong Termakan Janji Revitalisasi



MUARO JAMBI — Harapan civitas akademika SDN 124 Tanjung Pauh Km-32 Talang Pelita, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi untuk mengecap fasilitas pendidikan yang layak kembali pupus. Sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, sekolah dasar ini terus menelan pil pahit lantaran tak kunjung tersentuh anggaran revitalisasi, baik dari tingkat daerah maupun pusat.

Padahal, secara administratif operasional sekolah ini sangat jelas. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan NPSN 10502685, sekolah ini baru saja menerima pembaruan SK Izin Operasional bernomor 420/1479/DISDIKBUD/2024 yang diterbitkan secara resmi pada 1 Juli 2024. Namun, kepastian perizinan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi fisik bangunan yang kini memasuki taraf memprihatinkan dan membahayakan keselamatan proses belajar-mengajar.

Pantauan menunjukkan kerusakan parah mengintai di hampir setiap sudut bangunan. Paku-paku penahan atap seng mulai lapuk dan longgar, plafon di beberapa ruang kelas telah berjatuhan, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) rusak berat hingga tak lagi dapat difungsikan.

Kondisi makin miris terlihat pada penataan ruang administrasi. Sekolah ini sama sekali tidak memiliki ruangan untuk kantor Kepala Sekolah. Demi menjaga roda operasional tetap berputar, Kepala Sekolah terpaksa memboyong meja kerjanya dan berkantor di dalam bangunan perpustakaan.

Awal tahun 2026 sejatinya sempat membawa angin segar ketika kabar mengenai alokasi dana revitalisasi berembus ke telinga pihak sekolah. Namun, harapan itu sirna dalam sekejap. Dana yang digadang-gadang akan cair tersebut mendadak "hilang" tanpa kejelasan seusai berkas pengajuan diusulkan. Tak berhenti di situ, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa baik APBD Murni maupun APBD Perubahan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 sama sekali tidak mengalokasikan satu sen pun anggaran perbaikan untuk sekolah ini.

Kondisi terabaikannya sarana pendidikan ini memicu ironi mendalam jika disandingkan dengan penganggaran infrastruktur jalan di wilayah setempat. Data anggaran menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengucurkan APBD hingga Rp7 miliar untuk pembangunan jalan. Tren penganggaran infrastruktur ini berlanjut pada tahun 2025 dengan alokasi mencapai Rp6 miliar.

Kontras yang tajam antara mulusnya penganggaran jalan miliaran rupiah dan terabaikannya atap sekolah yang nyaris roboh ini mengundang keprihatinan masyarakat sekitar. Publik kini mempertanyakan komitmen dan skala prioritas pemerintah daerah dalam membagi porsi pembangunan, khususnya dalam menjamin hak anak-anak Talang Pelita untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman dan layak.

Tanggapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 'Diambang Janji'

Menanggapi persoalan yang menimpa SDN 124 Mestong, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Muaro Jambi, Kasyful Imam, angkat bicara pada Kamis (13/8/2026). Pihaknya berjanji akan segera menerjunkan tim untuk meninjau langsung kondisi fisik sekolah.

"Nanti tim dari Bidang SD akan turun langsung. Untuk revitalisasi, datanya sudah kita ajukan. Namun, itu sebatas untuk verifikasi dan validasi, sedangkan keputusan akhirnya ada di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)," ujar Kasyful.

Kasyful menyoroti bahwa akar masalah lambatnya penanganan sarana prasarana sekolah sering kali terletak pada ketidaksesuaian laporan data dari pihak sekolah itu sendiri. Ia menduga ada masalah pada pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Kadang data Dapodik sekolah ini tidak update, dan itu yang selalu saya ingatkan ke seluruh sekolah. Dapodiknya harus dicek dulu. Dari awal saya sudah minta agar sekolah-sekolah yang kondisinya parah harus mendapat revitalisasi, asalkan data Dapodik-nya benar. Makanya harus kita cek dan sinkronkan antara Dapodik dengan kondisi riil di lapangan," tegasnya.

SK Izin Operasional bernomor 420/1479/DISDIKBUD/2024 yang diterbitkan secara resmi pada 1 Juli 2024

Meski tidak ada kucuran dana di tahun ini, Kasyful berjanji akan terus mengawal perbaikan SDN 124 Mestong untuk rencana penganggaran tahun berikutnya.
"Untuk tahun 2027 akan kita usulkan kembali, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang ada, tapi kami tetap optimis. Sambil turun langsung, kami juga akan melihat lagi sinkronisasi data Dapodik terkait sarana prasarana SD tersebut," pungkasnya.

(Dn)