Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkuat Penyelamatan Hutan Rawa dan Danau, Datuk Kms. Umar Dani Siapkan Pembentukan Dubalang D4G7


SUAK PUTAT – Upaya menjaga kelestarian ekosistem ekologis di Desa Suak Putat memasuki babak baru. Pemangku adat setempat, Datuk Kms. Umar Dani yang bergelar Payung Pusako Alam, resmi menginisiasi pembentukan kepengurusan Dubalang Berempat Gedang Batujuh (D4G7). Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat sistem penyelamatan serta pengawasan hutan rawa (Rawang) dan kawasan danau (Dano) yang kian rentan terhadap ancaman kerusakan lingkungan.

Hutan rawa dan danau di Desa Suak Putat selama ini menjadi benteng ekologi sekaligus penyangga kehidupan ekonomi warga sekitar. Namun, maraknya alih fungsi lahan, potensi pembalakan liar, serta penurunan kualitas perairan mengancam keberlangsungan bentang alam tersebut. Hadirnya struktur D4G7 diharapkan mampu mengembalikan peran adat dalam mengawal kelestarian alam secara efektif dan terstruktur.

"Dubalang bukan sekadar lembaga pengawal fisik, melainkan penjaga hukum adat dan benteng pertahanan ekologis kita. Melalui D4G7, kawasan Rawang dan Dano akan memiliki sistem pengawasan berlapir yang mengakar pada kearifan lokal," ujar Datuk Kms. Umar Dani saat memberikan keterangan.

Struktur Dubalang Berempat Gedang Batujuh akan diisi oleh tokoh-tokoh pemuda dan perwakilan masyarakat adat terpilih. Secara teknis, kepengurusan ini bertugas melakukan patroli berkala, memetakan titik rawan bentrokan ekologis, serta menegakkan aturan-aturan adat (lubuk larangan atau hutan tutupan) yang melarang pengerusakan bentang air dan tutupan pohon.

Kolaborasi antara kepemimpinan adat Payung Pusako Alam dan elemen masyarakat sipil diyakini menjadi modal kuat untuk menyeimbangkan pembangunan desa tanpa mengorbankan warisan alam. Proses pengukuhan resmi kepengurusan D4G7 dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. (*)