Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi Lintas Sektor, BPBD Muaro Jambi Bakal Gelar Apel Siaga Karhutla Antisipasi Kebakaran Lahan



​MUARO JAMBI — Menanggapi peningkatan potensi titik panas serta beberapa insiden kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mengambil langkah cepat dan strategis. Pemerintah daerah berusaha memperkuat kolaborasi bersama masyarakat, Manggala Agni, serta dunia usaha guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara lebih komprehensif di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh elemen, mulai dari tingkat tapak hingga korporasi yang beroperasi di daerah rawan, Senin (20/7/2026).

​"Melihat beberapa kejadian kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini, kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama. Mitigasi dan pencegahan dini adalah kunci utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api, serta pihak perusahaan swasta mutlak diperlukan untuk memperkuat posko dan patroli terpadu di lapangan," ujar Paruhuman Lubis.

​Langkah Strategis Penguatan Kesiapsiagaan

​Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengonsolidasikan kekuatan seluruh pihak, BPBD Kabupaten Muaro Jambi menjadwalkan pelaksanaan Apel Siaga Karhutla yang akan dilangsungkan pada hari Rabu.

​Apel siaga ini direncanakan akan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur, Pemerintah Daerah & BPBD Muaro Jambi, Manggala Agni Daops Muaro Jambi, TNI dan Polri selaku aparat penegak hukum dan keamanan
​Masyarakat Peduli Api (MPA) tingkat desa, Perwakilan Perusahaan Swasta (perkebunan dan kehutanan) yang beroperasi di wilayah Muaro Jambi.

​Fokus Utama Penanganan Karhutla

​Melalui apel siaga tersebut, fokus utama penanganan karhutla akan diarahkan pada beberapa aspek penting:

1. Pengecekan Kesiapan Personil dan Peralatan, Memastikan seluruh sarana dan prasarana pemadaman, seperti mesin pompa air, selang, sekat bakar, hingga embung buatan berada dalam kondisi siap operasional.

2. Optimalisasi Peran Perusahaan, Mendorong perusahaan di sekitar wilayah rawan untuk mengaktifkan satgas internal serta mengerahkan sarana prasarana pemadaman milik perusahaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

3. Masyarakat, Meningkatkan intensitas sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak buruk asap bagi kesehatan dan aktivitas publik.

​Dengan digelarnya apel siaga ini nantinya, BPBD Kabupaten Muaro Jambi berharap seluruh stakeholder dapat menyatukan komprehensi dan langkah taktis di lapangan, sehingga potensi bencana karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dapat ditekan sekecil mungkin demi terciptanya lingkungan yang aman dan bebas asap. (**)