Menyingkap Jejak 300 Juta Tahun di Merangin, Fosil Flora Tertua Dunia yang Terjebak Waktu
WARTA JAMBI — Di balik derasnya arus Sungai Batang Merangin dan Batang Mengkarang, Kabupaten Merangin, Jambi, tersembunyi sebuah teka-teki besar peradaban bumi. Di antara tebing-tebing terjal dan himpitan hutan tropis, fosil-fosil tumbuhan dan fauna purba dari zaman Permian Awal yang diperkirakan berusia 290 hingga 300 juta tahun masih terawetkan dengan sempurna.
Keberadaan Jambi Flora ini bukan sekadar bongkahan batu tua. Situs yang kini resmi menyandang status UNESCO Global Geopark tersebut tercatat sebagai salah satu formasi fosil flora purba terlengkap dan tertua di Asia Tenggara, bahkan mendahului terbentuknya daratan Pulau Sumatera itu sendiri.
Bencana Purba yang Menolak Lupa
Secara geologis, fosil-fosil di Merangin memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan fosil di daerah lain yang umumnya terendapkan secara perlahan di rawa-rawa, Jambi Flora terawetkan akibat bencana vulkanik dahsyat pada akhir era Paleozoikum.
Aktivitas gunung berapi purba kala itu melontarkan material abu dan tufa vulkanik yang menimbun pepohonan serta biota laut dangkal secara instan. Proses petrifikasi—penggantian material organik oleh mineral silika selama ratusan juta tahun—menjadikan struktur fisik pohon purba seperti Araucarioxylon, pakuisasi Cordaites, hingga daun Gorgonopteris tercetak sangat presisi pada batuan.
Fosil-fosil ini ditemukan dalam posisi in-situ atau tertanam di tempat asalnya tumbuh, bukan terbawa arus. Ini fenomena geologi yang sangat langka di dunia.
Tak hanya tumbuhan, dinding-dinding batu di sepanjang aliran sungai juga merekam keberadaan organisme laut purba, seperti fosil kerang Brachiopoda dan mikro-organisme Fusulinida. Keberadaan fauna laut ini menjadi bukti kuat bahwa kawasan Merangin ratusan juta tahun lalu merupakan wilayah pesisir purba yang dinamis.
Menyusuri Lorong Waktu Lewat Arung Jeram
Menikmati museum alam terbuka ini membutuhkan perjuangan ekstra. Sebagian besar jejak fosil berada di ceruk tebing dan bantaran sungai yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Satu-satunya cara terbaik untuk melihat langsung fosil-fosil ikonik seperti fosil batang kayu raksasa di Teluk Gedang adalah dengan mengarungi jeram-jeram ekstrem Sungai Batang Merangin menggunakan perahu karet (rafting). Petualangan ini menyajikan sensasi unik, memadukan olahraga adrenalin tinggi dengan pengalaman sejarah geologi bumi.
Bagi pengunjung yang menginginkan studi edukasi tanpa mengarungi sungai, sampel-sampel batuan dan fragmen fosil telah tertata rapi di Pusat Informasi Geopark yang berlokasi di Bangko.
Tantangan Konservasi dan Potensi Masa Depan
Pengakuan dari UNESCO membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin dan Provinsi Jambi. Tantangan utama saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata, edukasi, dan perlindungan situs dari risiko penambangan liar atau pengrusakan alami akibat erosi sungai.
Keberadaan fosil purba Jambi ini adalah jendela dunia untuk memahami evolusi iklim dan vegetasi bumi sebelum zaman dinosaurus. Penjagaan terhadap situs ini bukan sekadar menjaga aset wisata lokal, melainkan merawat laboratorium alam berharga milik peradaban dunia.
(Dn)