Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warga Nipah Panjang 1 Keluhkan Krisis Air Bersih di Musim Kemarau Panjang, Air Batang Hari Berubah Asin Akibat Intrusi Air Laut

NIPAH PANJANG, TANJAB TIMUR - Krisis air bersih kembali melanda Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, di tengah musim kemarau panjang yang melanda dalam beberapa bulan terakhir.

Warga mengeluhkan air Sungai Batang Hari yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari, kini tidak lagi bisa dimanfaatkan Air yang biasanya tawar, berubah menjadi asin karena masuknya air laut.

> "Sudah hampir dua bulan ini air asin. Kalau buat mandi saja gatal-gatal di kulit. Untuk mencuci pakaian air nya tak berbusa kami harus beli air galon," keluh Siti (45), warga Kelurahan Nipah Panjang I, Minggu (18/10).

Fenomena yang dikenal sebagai intrusi air laut ini memang menjadi langganan tahunan bagi warga pesisir Nipah Panjang. Saat debit air Sungai Batang Hari menurun drastis akibat kemarau di wilayah hulu, tekanan air tawar melemah sehingga air laut dari Selat Berhala leluasa masuk jauh ke muara sungai.

Dampaknya sangat dirasakan. Selain untuk kebutuhan MCK, para nelayan dan aktivitas melaut terganggu karena warga harus menghabiskan waktu dan biaya ekstra hanya untuk mencari air bersih.

Warga menyebut, dalam sehari mereka harus merogoh kocek Rp 25.000 hingga Rp 40.000 hanya untuk membeli air bersih.

> "Kalau kemarau begini, depot air bersih laku deras Kami yang miskin ini yang paling susah. Kadang sehari tidak mandi karena air tidak ada," ujar warga lainnya, Ahmad.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan PDAM Tirta Mayang dapat segera mencari solusi permanen, bukan hanya bantuan darurat. Selama ini bantuan droping air bersih dari BPBD hanya bersifat sementara dan tidak merata.

Beberapa solusi yang diusulkan warga antara lain pembangunan Pamsimas penampung air tawar (embung), normalisasi sumur bor artesis yang lebih dalam, serta pembangunan instalasi pengolahan air payau menjadi tawar.

Warga berharap pemerintah segera menanggapi keluhan warga yang sampai saat ini membutuhkan air bersih yang layak.(741)