Soroti Kemacetan Akibat Angkutan Batu Bara, AWaSI Jambi Gelar Aksi Damai ke Dishub dan Ditlantas Polda
JAMBI — Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait persoalan kemacetan lalu lintas parah yang kerap terjadi di sejumlah titik di kawasan Panerokan dan Bajubang, wilayah perbatasan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (10/9/2026).
Aksi yang dimotori oleh insan pers ini merupakan wujud fungsi kontrol sosial terhadap kondisi mobilitas warga yang dinilai semakin terganggu. Titik berat sorotan massa aksi tertuju pada tingginya aktivitas angkutan batu bara yang melintas dan memicu kemacetan panjang di jalur tersebut.
Unjuk Rasa di Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. Rangkaian aksi dimulai dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi. Di lokasi ini, massa bergantian menyampaikan orasi dan menyerahkan sejumlah tuntutan konkret terkait penanganan kemacetan.
Kedatangan rombongan AWaSI Jambi disambut langsung oleh Kepala Bidang Darat Dishub Provinsi Jambi, Faisal. Dalam audiensi tersebut, massa menegaskan bahwa kemacetan kronis tidak hanya menghambat mobilitas harian warga, tetapi juga berdampak buruk pada sektor sosial-ekonomi, mulai dari distribusi logistik, akses pekerja, hingga pelayanan publik.
Audiensi Lanjutan ke Ditlantas Polda Jambi. Usai dari kantor Dishub, rombongan melanjutkan aksi dengan mendatangi Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi. Kehadiran mereka diterima dengan baik oleh Wakil Direktorat Lalu Lintas (Wadir Lantas) Polda Jambi, AKBP Heri Supriawan, S.I.K., beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, AWaSI mendesak adanya sinergi dan langkah penegakan aturan yang lebih tegas. Pengawasan serta pengaturan lalu lintas angkutan batu bara dinilai harus diperketat agar tidak terus-menerus merugikan masyarakat luas.
Sikap Tegas AWaSI Jambi, Dukung Ekonomi, Utamakan Kepentingan Warga. Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., menegaskan bahwa lembaganya pada prinsip mendukung penuh roda pembangunan dan aktivitas perekonomian di daerah, termasuk potensi sektor pertambangan batu bara di Provinsi Jambi. Kendati demikian, ia mengingatkan agar kepentingan masyarakat umum tidak boleh dikorbankan.
“AWaSI Jambi mendukung pembangunan dan potensi batu bara yang ada di Provinsi Jambi. Namun, dampak buruk yang ditimbulkan harus dapat diatasi dengan baik. Salah satunya persoalan kemacetan yang sangat mengganggu masyarakat,” ujar Erfan di hadapan awak media.
Erfan menambahkan, pihaknya tidak anti terhadap kegiatan ekonomi selama berjalan sesuai regulasi. Ia mendorong adanya koordinasi lintas instansi yang lebih kuat, melibatkan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, hingga aparat kepolisian, untuk merumuskan solusi jangka panjang yang efektif.
"Yang kami dorong adalah bagaimana pemerintah dan aparat terkait dapat mencari solusi bersama. Jangan sampai aktivitas angkutan batu bara justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Batanghari dan Muaro Jambi," tegasnya.
Melalui aksi ini, AWaSI Jambi berharap aspirasi yang disampaikan mendapat atensi serius dari pemangku kebijakan. Langkah nyata di lapangan sangat dinantikan agar kawasan Panerokan, Bajubang, dan titik-titik rawan kemacetan lainnya bisa segera terurai, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, lancar, dan nyaman. **