Semangat "Desa Bebas Korupsi" Dinilai Anjlok, Data Realisasi Dana Desa Diduga Tak Rutin Diperbarui
JAMBI — Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal di lapangan. Di tengah masifnya seruan bagi masyarakat untuk aktif mengawasi pembangunan desa melalui platform digital Jaga.id, muncul dugaan bahwa data realisasi anggaran Dana Desa di sejumlah wilayah tidak diperbarui secara berkala dan minim keterbukaan.
Padahal, platform Jaga.id diluncurkan sebagai sarana interaktif agar warga dapat memantau alokasi serta penggunaan Dana Desa secara langsung. Partisipasi publik tersebut diharapkan mampu meminimalisasi potensi penyimpangan anggaran serta memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kesenjangan antara semangat transparansi dan pembaruan data riil. Sejumlah elemen masyarakat mengeluhkan informasi realisasi anggaran di portal tersebut yang terkesan lambat diunggah atau bahkan tidak lengkap. Hal ini dinilai membatasi ruang kontrol sosial masyarakat yang hendak memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara di desa mereka.
"Bagaimana warga bisa ikut memantau jika data program dan realisasi fisiknya tidak diperbarui di Jaga.id? Keterbukaan informasi seharusnya tidak sekadar menjadi imbauan, tetapi diimbangi dengan kepatuhan pemerintah desa dalam mengunggah data realisasi secara berkala,"
Sesuai dengan semangat pencegahan korupsi di tingkat tapak, transparansi mutlak membutuhkan sinergi dua arah, kepatuhan aparatur desa dalam menyediakan data akurat serta keaktifan masyarakat dalam mengawasi. Tanpa adanya pembaruan data yang konsisten di platform pengawasan seperti Jaga.id, upaya menjadikan desa bebas korupsi dan sejahtera dikhawatirkan hanya sebatas slogan.
Penulis, Nurdin