Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi CSR, PT BBS dan PT JBP Perbaiki 13 KM Jalan Provinsi Suak Kandis-Simpang Berbak



​MUARO JAMBI, ceriapost.com – Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, yakni PT Bukit Bintang Sawit (BBS) dan PT Jambi Batanghari Plantations (JBP), melakukan aksi nyata dalam mendukung perbaikan infrastruktur daerah. 

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kedua perusahaan tersebut berkolaborasi memperbaiki jalan berstatus jalan provinsi sepanjang 13 kilometer yang menghubungkan rute Suak Kandis hingga Simpang Berbak.

​Ruas jalan ini merupakan urat nadi transportasi yang vital bagi warga di sejumlah desa, mulai dari Desa Gedong Karya, Desa Jebus, Desa Sungai Aur di Kabupaten Muaro Jambi, hingga desa-desa di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

​General Manager PT BBS, Sunardi, menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar, Kamis (9/7/2026).

"Ini adalah komitmen kami melalui program CSR. Kami menurunkan unit alat berat berupa grader, bomag, dan vibro roller untuk memastikan jalan kembali rata dan padat," ujarnya.

​Langkah ini didukung penuh oleh PT JBP. Humas PT JBP, Herwin Wahir, menyatakan bahwa pihaknya memobilisasi alat berat berupa excavator untuk mempercepat proses pengerjaan. 

Selain tenaga ahli dan operator, kedua perusahaan juga menyuplai material pendukung agar kondisi jalan lebih tahan lama dan layak dilintasi.

​Apresiasi Warga di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah
​Aksi responsif kedua perusahaan ini menuai apresiasi luas dari masyarakat setempat. 

Selama ini, kondisi jalan provinsi tersebut kerap dikeluhkan warga karena dianggap minim perhatian dari Pemerintah Provinsi Jambi.

​Sebelum perbaikan dilakukan, jalan penghubung antar-kabupaten tersebut dipenuhi lubang besar yang kerap tergenang air saat musim penghujan. 

Hal ini tidak hanya menghambat akses anak-anak menuju sekolah, tetapi juga mempersulit petani dalam mendistribusikan hasil panen ke pasar. Dengan adanya perbaikan ini, warga berharap roda perekonomian dapat kembali bergairah.

​Sorotan terhadap Sikap Pemerintah Desa

​Meski aksi ini disambut sukacita, warga melayangkan kritik terkait minimnya keterlibatan perangkat desa setempat. Selama proses pengerjaan, tidak terlihat satu pun kepala desa dari wilayah terkait yang hadir di lokasi.

​Sikap yang terkesan acuh ini disayangkan oleh masyarakat. Warga menilai, kehadiran kepala desa di lokasi seharusnya menjadi bentuk apresiasi sekaligus wujud syukur atas inisiatif perusahaan yang telah mengambil alih perbaikan infrastruktur vital desa mereka.

​Terlepas dari catatan tersebut, kontribusi PT BBS dan PT JBP di wilayah Kumpeh Ilir dinilai memberikan dampak besar dalam membuka isolasi akses jalan, sekaligus menjadi katalis bagi peningkatan taraf ekonomi masyarakat di dua kabupaten tersebut. (Nurdin)