Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AWI Muaro Jambi Soroti Krisis SDM RSUD Ahmad Ripin, Desak Optimalisasi Alkes dan Kualitas Pelayanan


​MUARO JAMBI – Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Muaro Jambi menyoroti serius kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin. Minimnya tenaga medis yang kompeten dinilai menjadi penghambat utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan alat kesehatan (alkes) canggih serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

​Sekretaris Jenderal (Sekjen) AWI Kabupaten Muaro Jambi, Nurdin, menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana medis yang memadai di RSUD Ahmad Ripin saat ini tidak dibarengi dengan jumlah tenaga ahli yang mencukupi. Menurutnya, hal ini menyebabkan banyak alat kesehatan tidak berfungsi maksimal karena keterbatasan operator atau tenaga medis yang tersertifikasi.

​"Kami melihat ada celah besar antara ketersediaan alkes yang modern dengan kesiapan SDM di RSUD Ahmad Ripin. Banyak alat medis canggih yang mubazir atau tidak bisa dioperasikan secara penuh karena kurangnya tenaga spesialis maupun teknisi yang mumpuni. Akibatnya, masyarakat yang menjadi korban karena harus dirujuk ke rumah sakit lain," ujar Nurdin, Rabu (15/7/2026).

​Nurdin menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, merupakan harga mati. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk segera mengambil langkah strategis guna mengatasi kekurangan SDM tersebut, baik melalui rekrutmen tenaga ahli baru maupun peningkatan kompetensi (pelatihan) bagi tenaga medis yang sudah ada.

​"Pelayanan prima bukan hanya soal gedung yang megah atau alat yang mahal, tetapi soal manusianya. Kami mendesak manajemen RSUD Ahmad Ripin dan Pemerintah Daerah untuk segera mengevaluasi kebutuhan riil di lapangan. Jangan biarkan alkes yang dibeli dengan uang rakyat menjadi pajangan saja," tegasnya.

​Lebih lanjut, Nurdin menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Ia berharap ada sinergi yang nyata antara Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk memberikan solusi jangka panjang.

​"Kami berharap ada komitmen serius untuk memperbaiki sistem layanan. Jika SDM-nya kompeten, alkes-nya terpakai dengan baik, maka kualitas pelayanan akan meningkat secara otomatis. Muaro Jambi butuh pelayanan kesehatan yang prima dan responsif," pungkasnya. (**)