27 Bencana Terjadi di Muaro Jambi Sepanjang 2026, Dinsos P3A Ingatkan Waspada Kebakaran
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Muaro Jambi, Drs. Rossa Budy Candra, M.Pd., merinci bahwa dari total kejadian tersebut, bencana kebakaran mendominasi dengan 24 peristiwa, diikuti oleh 3 kejadian puting beliung, dan 1 peristiwa banjir.
"Untuk bencana kebakaran saja ada 24 kejadian yang tersebar di 11 kecamatan. Kami telah menyalurkan bantuan darurat kepada seluruh warga yang terdampak," ujar Rossa Budy Candra saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Adapun paket bantuan darurat yang diberikan pemerintah daerah meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan hunian, antara lain beras, minyak goreng, gula, sarden, kopi, teh, kasur, selimut, terpal, serta bantuan alat rumah tangga berupa satu unit kompor gas dan satu unit magic com.
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Rossa mengungkapkan bahwa penyebab utama kebakaran di Muaro Jambi didominasi oleh masalah kelistrikan. Banyak masyarakat yang masih menggunakan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.
"Kalau kita lihat rumah bekas kebakaran, rata-rata masyarakat kita masih menggunakan instalasi listrik yang tidak layak. Kabelnya kecil, sudah lama, dan mudah terbakar. Inilah yang memicu korsleting," tegasnya.
Selain korsleting listrik, pihaknya juga mencatat beberapa kasus kebakaran dipicu oleh ledakan kompor gas dan kelalaian penggunaan obat nyamuk bakar, meskipun jumlah kejadiannya relatif lebih kecil, yakni sekitar 1 hingga 2 kasus.
Himbauan Penting bagi Masyarakat
Menanggapi tingginya angka kebakaran, Kadis Sosial mengimbau seluruh masyarakat Muaro Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah preventif sejak dini.
"Salah satu caranya adalah mengecek instalasi listrik di rumah secara berkala. Jika memang sudah tidak layak, lebih baik segera diganti. Mengeluarkan biaya beberapa ratus ribu rupiah tentu jauh lebih baik daripada kehilangan seluruh aset rumah dan harta benda akibat kebakaran," imbaunya.
Tidak hanya kepada warga, Rossa juga meminta peran aktif pemerintah desa di seluruh Kabupaten Muaro Jambi untuk terus melakukan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran.
Menurutnya, kesadaran kolektif sangat penting untuk meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
"Kita harus mengedepankan prinsip mencegah sebelum terjadi. Sosialisasi harus terus dilakukan secara masif agar masyarakat kita tidak dirugikan," tutupnya. (dn)