Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soroti Wajah Kota Sengeti yang Minim Fasilitas, Sekjen AWI Muaro Jambi Kritik Kinerja Bappeda

​MUARO JAMBI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muaro Jambi kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, kondisi wajah kota Sengeti yang hingga saat ini masih minim akan infrastruktur dasar seperti trotoar dan sistem drainase yang layak dianggap sebagai bukti nyata lemahnya fungsi perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

​Sekretaris Jenderal Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Muaro Jambi, Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya mendesak Bappeda untuk mengevaluasi kembali orientasi perencanaan pembangunan daerah. Menurut Nurdin, Bappeda seharusnya menjadi motor utama dalam menciptakan tata kota yang humanis, namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

​"Tugas dan fungsi Bappeda itu jelas, yakni merumuskan dokumen perencanaan hingga mengendalikan pembangunan. Namun, mari kita lihat kondisi Kota Sengeti. Trotoar bagi pejalan kaki sangat minim, dan sistem drainase pun jauh dari kata layak. Pertanyaannya, apakah selama ini perencanaan pembangunan kita sudah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat?" ujarnya, Rabu (15/7/2026).

​Nurdin menambahkan bahwa peran Bappeda tidak hanya sekadar menyusun dokumen administratif seperti RPJPD, RPJMD, atau RKPD saja. Namun, yang jauh lebih krusial adalah koordinasi, sinkronisasi, dan evaluasi nyata di lapangan. 

Ia menilai, ketiadaan trotoar dan drainase yang memadai di pusat pemerintahan kabupaten adalah indikator bahwa fungsi koordinasi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah supervisi Bappeda tidak berjalan optimal.

​"Bappeda seharusnya menjadi 'otak' dari pembangunan daerah. Jika pembangunan fisik di ibukota kabupaten saja terkesan diabaikan atau dibiarkan semrawut tanpa perencanaan yang integratif, lalu apa yang sebenarnya dirancang oleh mereka? Ini bukan hanya soal estetika kota, tapi soal keselamatan warga dan ketahanan lingkungan," tegasnya.

​Lebih lanjut, Nurdin juga menyoroti aspek penelitian dan pengembangan (Litbang) yang melekat pada fungsi Bappeda. Ia berharap Bappeda dapat lebih inovatif dalam memberikan solusi teknis atas masalah menahun seperti banjir akibat drainase buruk dan kenyamanan bagi pejalan kaki.

​AWI Muaro Jambi berkomitmen akan terus mengawal proses perencanaan pembangunan ini. Pihaknya menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran daerah yang disusun dalam perencanaan harus memiliki dampak nyata, bukan sekadar proyek fisik yang mangkrak atau tidak fungsional.

​Publik berharap adanya perbaikan nyata dalam perencanaan pembangunan agar wajah Kota Sengeti kedepannya lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)