Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

LPKNI Temukan Dugaan Penyalahgunaan Penyaluran Bantuan Pangan Jenis Minyak Goreng Di Kota Jambi

CP  - Jambi, Dalam dokumentasi sidak Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) disalah satu rumah pribadi milik oknum Lurah di Kota Jambi berinisial (MH).

LPKNI menemukan satu unit mobil truk menggunakan sepanduk bertuliskan " Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Provinsi Jambi Oktober - November Tahun 2025 " dengan label logo Bulog Provinsi Jambi, Senin (23/2/2026).

Dalam sidaknya kali ini, LPKNI juga menemukan tiga unit mobil pick up yang diduga telah melakukan praktek transaksi jual beli minyak goreng bantuan pangan milik Perum Bulog yang diduga akan dikirim ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan, dan Kabupaten Batanghari.
Dugaan skandal praktek haram tersebut terungkap ketika tim investigasi LPKNI menyambangi salah satu rumah di Jalan Walisongo, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang tengah melakukan bongkar muat kardus kemasan minyak goreng merek MinyaKita.

Ketua Umum LPKNI Kurniadi Hidayat, yang memimpin langsung operasi tangkap tangan bersama tim investigasi LPKNI berhasil mendapatkan informasi, jika dalam transaksi ini terdapat kurang lebih 1000 dus kemasan minyak goreng merek Minyakita ukuran 1 liter.

Temuan dugaan praktik mafia minyak goreng ini berawal dari informasi adanya salah satu Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Perum Bulog Jambi yang mendapatkan kuota minyak goreng dengan jumlah fantastis.

Atas hasil sidaknya kali ini, LPKNI dalam waktu dekat berencana akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib. 

Dalam kasus ini Kurniadi Hidayat juga mencurigai adanya bisnis kotor yang dilakukan oleh oknum pegawai Perum Bulog Jambi, sehingga hal yang sedemikian luput dari pengawasan Perum Bulog.

" Dengan bukti ini, LPKNI meminta kepada Perum Bulog Pusat untuk segera mengevaluasi para pejabat Perum Bulog Jambi. Karena diduga adanya campur tangan pegawai Perum Bulog dalam praktek-praktek kotor penyaluran bantuan pangan di Kota Jambi dan Provinsi Jambi " tegasnya. (Dn)