Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadir Di RSUD Ahmad Ripin, DPRD Muaro Jambi Akan Panggil Pengelola SPPG Sengeti

Cp. Muaro Jambi — Puluhan siswa di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (30/01/26).

Menyikapi hal ini, DPRD Muaro Jambi menegaskan akan memanggil penyelenggara program, kajian termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Wakil Ketua I DPRD Muaro Jambi, Wiranto, menyatakan, pemanggilan ini merupakan langkah awal memastikan keselamatan siswa dan meninjau pengawasan pelaksanaan program MBG.

Ini Menu MBG yang Dikonsumsi Siswa di Muaro Jambi, Diduga Picu Keracunan

"Ke depan kita akan tindaklanjuti dengan pemanggilan SPPG. Mereka harus bertanggung jawab. Bagaimana ini bisa terjadi keracunan," tegas Wiranto.

Menurut Wiranto, khusus wilayah Kecamatan Sekernan, jumlah siswa yang dirujuk ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti telah mencapai lebih dari 50 orang, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah.

Politisi DPRD ini juga menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap program MBG agar niat baik meningkatkan gizi anak sekolah tidak justru membahayakan keselamatan mereka.

“Kita berharap pengawasan dilakukan bersama, bukan hanya DPRD, tapi semua pihak. Jangan sampai program yang niatnya baik justru membahayakan keselamatan anak-anak,” tambahnya.

 Hingga Senin sore, sedikitnya 88 siswa dan 3 tenaga pengajar masih mendapatkan perawatan di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, diare, lemas, dan gemetar. Lonjakan pasien membuat rumah sakit segera mengambil langkah cepat, termasuk penyiagaan ambulans, penambahan 25 tenaga medis dari puskesmas, serta koordinasi dengan rumah sakit rujukan lain, yaitu RS Abdurahman Sayoeti Kota Jambi dan RSUD Raden Mattaher Jambi, untuk mengantisipasi kemungkinan kelebihan pasien.

Direktur RSUD Ahmad Ripin, Agus Subakti, memastikan semua pasien segera mendapatkan penanganan medis dan observasi ketat selama 12–24 jam. Kondisi pemukiman membaik, namun tetap terjaga secara intensif.
“Pasien kami rawat dan observasi secara ketat. Saat ini kondisinya stabil, tetapi kami tetap pantau,” ujar Agus.

Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Aang Hambali, menambahkan bahwa ambulans dan tenaga medis siaga penuh, serta langkah antisipasi dilakukan agar tidak ada keterlambatan penanganan. (Dn)